Setelah Pilkada, Pembukaan CPNS 2018 Akan Dibuka, Pendaftar Jangan Coba-coba Bawa Beking atau Pakai Calo #CPNS2018

Posted on
Setelah Pilkada, Pembukaan #CPNS2018 Akan Dibuka, Pendaftar Jangan Coba-coba Bawa Beking atau Pakai Calo
Setelah Pilkada, Pembukaan #CPNS2018 Akan Dibuka, Pendaftar Jangan Coba-coba Bawa Beking atau Pakai Calo (Foto: Tribunnews)

iCPNSCPNS 2018. Setelah Pilkada, Pembukaan CPNS 2018 Akan Dibuka, Pendaftar Jangan Coba-coba Bawa Beking atau Pakai Calo #CPNS2018. #CPNS #CPNS2018 #infoCPNS #daftarCPNS #TestCPNS #BeritaCPNS #CPNS #RekrutmenCPNS2018.

Pemerintah Membuka kembali Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Dibukanya kembali Pendaftaran CPNS 2018 akan dibuka kembali setelah Pilkada serentak yang berlangsung 27 Juni 2018 besok.

Pembukaan penerimaan pendaftaran CPNS 2018 ini untuk mengisi kekosongan dan kebutuhan pegawai di Pemerintah Daerah (Pemda), baik itu provinsi ataupun Kabupaten/Kota.

Seperti yang diungkapkan oleh Menpan RB ASman Abnur saat peresmian Excelso Coffee Shop di SPBU Vitka, Tiban, Batam, senin (18/6/2018).

Menpan RB Asman belum bisa memastikan kapan dan berapa jumlah CPNS yang dibutuhkan untuk kebutuhan pegawai negeri sipil yang akan direkrut kali ini.

Kebutuhan dan jumlah rekrutment CPNS di tahun 2018 ini masih di kaji dan di godok di KemenPan-RB. Jadi tunggu saja info dan rilis resmi yang akan dikeluarkan oleh KemenPAN-RB melalui BKN selaku koordinator penerimaan CPNS tahun 2018 ini.

Baca juga: Ingin Daftar CPNS 2018, Ini Syarat Untuk Mendaftar CPNS 2018

“Usulan dari seluruh daerah sudah masuk, kita sedang kaji kebutuhannya,” kata Asman.

Asman sendiri menegaskan, tidak semua usulan tersebut dikabulkan karena ada empat hal yang menjadi pedoman dalam rekrutmen CPNS saat ini:

1. Pengisian kekosongan

Kekosongan PNS yang terjadi menjadi hal utama dalam perekrutan kali ini. Kekosongan PNS yang pensiun, meninggal dunia, mengundurkan diri atau karena masalah lainnya akan diisi oleh Penerimaan CPNS kali ini.

Ada sekitar 220 ribu kekosongan PNS di berbagai daerah di seluruh Indonesia” kata Asman.

Baca juga: Ini Tahapan Seleksi CPNS 2018 Bakal Dibuka Juli

Meskipun demikian tidak semua dari 220 ribu kekosongan PNS tersebut akan diisi dan diganti, karena pemerintah menetapkan pertumbuhan minus untuk PNS.

2. Penyesuaian anggaran

Rekrutment CPNS kali ini akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan belanja pemerintah dan daerah agar tidak menjadi beban anggaran APBD kedepannya.

“Kalau PNS-nya kebanyakan, kasihan nanti rakyat, APBD hanya tersedot untuk belanja pegawai,” katanya.

3. Formasi berbasis potensi

Formasi penerimaan CPNS untuk di daerah harus disesuaikan dengan potensi daerah itu sendiri, sehingga penerimaan CPNS ini bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jika sektor andalannya pariwisata, ya, bidang itu yang kita utamakan,” katanya.

Baca juga: Mulai Awal Juli Pemerintah akan buka pendaftaran CPNS untuk 220.000 Posisi

4. Tenaga pendidik dan kesehatan

Asman Abnur juga menegaskan bahwa rekrutmen CPNS kali ini diutamakan untuk tenaga pendidik dan kesehatan yang di setiap daerah, hampir seluruhnya mengalami kekurangan.

Masalah pendidikan dan kesehatan, kata Asman, harus menjadi perhatian utama daerah karena hal ini menyangkut pembangunan sumber daya manusia ke depan.

5. Tak Ada Beking

Asman juga mengingatkan kepada setiap peserta rekrutmen CPNS bahwa dalam rekrutmen ini tidak akan ada sistem beking-membeking atau calon titipan.

Seleksi akan dilakukan dengan sistem tes komputer atau dikenal dengan Computer Assisted Test (CAT) yang langsung bisa dilihat hasilnya setelah ujian.

“Siapapun tidak akan bisa membantu, termasuk menteri sendiri. Semuanya transparan karena hasil tes langsung bisa dilihat hari itu juga,” kara Asman.

Asman juga mengingatkan agar peserta jangan percaya dengan bujukan siapapun yang menjanjikan akan bisa diterima karena hal itu bohong.

“Kalau Anda bayar seseorang dengan iming-iming, jangan percaya. Itu bohong semua,” katanya.

Kendati demikian, kata Asman, dalam seleksi administrasi nanti, akan ada kuota 10 persen bagi peserta tes yang mendapatkan gelar cum laude di perguruan tinggi.

Hal itu bertujuan agar para pefawai ke depan diisi oleh orang-orang pintar.

“Kita jatahkan 10 persen untuk yang meraih gelar sarjana dengan cum laude,” katanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *