Jabatan dan Formasi CPNS 2018 Kementerian Luar Negeri

Posted on
Jabatan dan Formasi CPNS 2018 Kementerian Luar Negeri
Jabatan dan Formasi CPNS 2018 Kementerian Luar Negeri

Jabatan dan Formasi CPNS 2018 Kementerian Luar Negeri

Jumlah Formasi CPNS 2018 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

iCPNS – Jabatan dan Formasi CPNS 2018 Kementerian Luar Negeri. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membuka keran lowongan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 bersamaan dengan dibukanya penerimaan pendaftaran CPNS 2018 oleh BKN. Pada periode penerimaan tahun ini Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia membuka lowongan CPNS sebanyak 25 Formasi CPNS.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), dahulu Departemen Luar Negeri, adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan luar negeri. Kementerian Luar Negeri dipimpin oleh seorang Menteri Luar Negeri (Menlu) yang sejak tanggal 27 Oktober 2014 dijabat oleh Retno Marsudi dan Wakil Menteri yang dijabat oleh Abdurrahman Mohammad Fachir yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo sejak 27 Oktober 2014 bersamaan dengan pelantikan menteri Kabinet Kerja.

Kementerian Luar Negeri merupakan salah satu dari tiga kementerian (bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertahanan) yang disebutkan secara eksplisit dalam UUD 1945. Kementerian Luar Negeri tidak dapat diubah atau dibubarkan oleh presiden.

Menteri Luar Negeri secara bersama-sama dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan bertindak sebagai pelaksana tugas kepresidenan jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan.

Formasi dan Jabatan CPNS 2018 Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI

NoPendidikanJabatanInstansiJenis FormasiLokasi FormasiJumlah FormasiJumlah PelamarDetail
NoPendidikanJabatanInstansiJenis FormasiLokasi FormasiJumlah FormasiJumlah PelamarDetail
181S-2 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri20Download
357S-1 ILMU HUKUMPERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri20Download
2025S-1 ILMU KOMUNIKASIDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri40Download
2077S-1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriLULUSAN TERBAIKKementerian Luar Negeri100Download
2146S-1 AKUNTANSIPERENCANA AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri40Download
2178S-1 AKUNTANSIAUDITOR AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri100Download
2276S-1 ILMU PERPUSTAKAANPUSTAKAWAN AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri10Download
3673S-1 ADMINISTRASI NEGARA/S-1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA/S-1 MANAJEMEN/S-1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKANALIS KEPEGAWAIAN AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri50Download
3924S-1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri290Download
3973S-1 ILMU BUDAYA/SASTRA INGGRISDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri40Download
5857S-1 ILMU POLITIKDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri60Download
5897S-2 ILMU HUKUMDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri20Download
5922S-1 ILMU BUDAYA/SASTRA RUSIADIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri10Download
7883S-1 ILMU EKONOMIDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri80Download
7884S-1 ILMU HUKUMDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri180Download
7939S-1 ILMU BUDAYA/SASTRA PERANCISDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri10Download
7940S-1 ILMU BUDAYA/SASTRA JERMANDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri10Download
7941S-1 ILMU HUKUMDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriLULUSAN TERBAIKKementerian Luar Negeri30Download
7943S-1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriPUTRA/PUTRI PAPUA DAN PAPUA BARATKementerian Luar Negeri10Download
9849S-1 ILMU KOMUNIKASIDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriPUTRA/PUTRI PAPUA DAN PAPUA BARATKementerian Luar Negeri10Download
9955S-1 MANAJEMENPERENCANA AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri20Download
11647S-1 ILMU BUDAYA/SASTRA ARABDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri70Download
11654S-1 ILMU BUDAYA/SASTRA TIONGKOKDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri10Download
11657S-1 ILMU BUDAYA/SASTRA JEPANGDIPLOMAT AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri10Download
12315S-1 TEKNIK INFORMATIKAPRANATA KOMPUTER AHLI PERTAMAKementerian Luar NegeriUMUMKementerian Luar Negeri10Download

Sejarah

Pada tanggal 19 Agustus 1945 setelah Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 kemudian dibentuk Kementrian Luar Negeri (kementerian dahulu dieja dan disebut “kementrian”) dalam Kabinet Presidensial merupakan kabinet yang pertama setelah proklamasi negara Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Dalam perkembangan pernah disebut sebagai “departemen”, kemudian berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008 penamaannya kembali menjadi “Kementerian Luar Negeri”.

Pada tahun 1945 sampai tahun 1950, Kementerian Luar Negeri merupakan tahun awal kemerdekaan Indonesia merupakan masa yang menentukan dalam perjuangan dalam penegakan kemerdekaan yang merupakan bagian sejarah yang menentukan karakter atau watak politik luar negeri Indonesia.

  • Mengusahakan simpati dan dukungan masyarakat internasional, menggalang solidaritas negara-negara di segala bidang dan dengan berbagai macam upaya memperoleh dukungan dan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia
  • Melakukan perundingan dan membuat persetujuan :
    • Persetujuan Linggarjati yang menghasilkan pengakuan atas Republik Indonesia meliputi Jawa dan Madura
    • Perjanjian Renville pada tahun 1948 yang menghasilkan pengakuan atas Republik Indonesia meliputi Jawa dan Sumatera
    • Perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949 yang menghasilkan Indonesia dalam bentuk negara federal berbentuk RIS kemudian dengan Semangat Diplomasi Perjuangan yang memungkinkan Indonesia pada akhirnya meraih dukungan luas masyarakat internasional terutama dalam organisasi PBB dengan demikian Indonesia berhasil melakukan diplomasi untuk mengembalikan keutuhan wilayah Indonesiadengan membatalkan Perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1950

Kemudian dilanjutkan pada tahun 1960 hingga tahun 1988 berhasil melakukan intergrasi Irian Barat ke dalam pangkuan ibu pertiwi, Indonesia mendapatkan pengakuan sebagai negara kepulauan dalam memperjuangkan hukum laut dalam United Nation Convention on Law of the Sea (UNCLOS), meningkatkan Kerjasama ASEAN, mencari Pengakuan internasional thd Timtim akan tetapi berakhir dengan referendum, Ketua Gerakan Non Blokuntuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang, Ketua APEC dan Group of 15,keanggotaan Indonesia dalam Peace Building Commission (PBC) dan meningkatkan kerjasama pembangunan ekonomi dengan negara The Group of Twenty (G-20)

Tugas dan Fungsi

Kementerian Luar Negeri RI mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang politik dan hubungan luar negeri dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.Dalam melaksanakan tugas sebagaimana, Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan fungsi:

  1. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang politik dan hubungan luar negeri;
  2. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Luar Negeri;
  3. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Luar Negeri; dan
  4. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah.

Hubungan

Asean

Association of Southeast Asia Nations atau ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok oleh lima negara pendiri yaitu, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand kemudian pada tanggal 8 Januari 1984 masuk Brunei Darussalam, pada tanggal 28 Juli 1995 diikuti oleh Vietnam , pada tanggal 23 Juli 1997 ikut masuk Laos dan Myanmar dan terakhir pada tanggal 30 April 1999 Kamboja menjadi anggota dan saat sekarang ASEAN beranggotakan sepuluh negara di Asia tenggara.

Bilateral

Saat ini Indonesia telah menjalin kerjasama bilateral dengan 162 negara serta satu teritori khusus yang berupa non-self governing territory. Negara-negara mitra kerjasama Indonesia ini terbagi dalam delapan kawasan terdiri dari Afrika, Timur Tengah, Asia Timur dan Pasifik, Asia Selatan Dan Asia Tengah, Amerika Utara Dan Amerika Tengah, Amerika Selatan Dan Karibia , Eropa Barat dan Eropa Tengah dan Eropa Timur

Multilateral

Komitmen Indonesia terhadap pelaksanaan dan perumusan aturan-aturan serta hukum internasional, mempertahankan pentingnya prinsip-prinsip multilateralisme dalam hubungan internasional, serta menentang unilateralisme, agresi dan penggunaan segala bentuk kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan internasional antara lain melalui OIC, ANRPC, Colombo Plan, D-8, G-15, NAM, G-77 and China, South – South Cooperation, South Centre dan WTO (Tourism)

Regional

Hubungan Indonesia dengan berbagai organisasi regional terdiri dari ARF, ACD, AMED, APEC, ASEM, BIMP-EAGA, CTI, FEALAC, IOR-ARC, IOR-ARC, IMT-GT, NAASP, PIF dan SwPD sedangkan dengan Uni Eropa melalui antara lain PCA, CSP dan NIP

Organisasi Internasional

Keanggotaan Indonesia pada organisasi-organisasi internasional antara lain FAO, Office of the High Commissioner on Human Rights (UNHCHR), Universal Periodic Review (UPR), UNCTAD, UNIDO dan WTO

Organisasi

Berdasarkan Peraturan Menteri Luar Negeri No. 2 Tahun 2016[5], susunan organisasi Kementerian Luar Negeri terdiri atas:

  1. Sekretariat Jenderal;
  2. Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika;
  3. Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa;
  4. Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN;
  5. Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral;
  6. Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional;
  7. Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik;
  8. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler;
  9. Inspektorat Jenderal;
  10. Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan;
  11. Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Keamanan;
  12. Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi;
  13. Staf Ahli Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri;
  14. Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga; dan
  15. Staf Ahli Bidang Manajemen;
  16. Pusat Pendidikan dan Pelatihan;
  17. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian dan Perwakilan;
  18. Pusat Pembinaan Jabatan Fungsional.

Perwakilan luar negeri

Indonesia saat ini telah memiliki sebanyak 132 perwakilan yang terdiri dari 99 Kedutaan Besar, 3 Perutusan Tetap (untuk PBB di New York dan Jenewa, serta Perutusan Tetap RI untuk ASEAN di Jakarta) serta 33 Konsulat Jenderal dan Konsulat Indonesia dan 64Konsul Kehormatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *